Investasi P2P Lending vs Investasi Saham

Feb 09, 2021
Photo by Javier Esteban / Unsplash

Sejauh ini investasi P2P Lending dikenal baru oleh masyarakat setelah perkembangan teknologi mendorong kehadiran  startup fintech peer to peer lending (P2P), sedangkan investasi saham sudah cukup di kenal lebih lama oleh masyarakat banyak.

Mengenal investasi P2P Lending dan Investasi saham

Investasi P2P Lending Istilah investasi P2P (Peer to Peer) mungkin masih cukup asing jika dibanding dengan investasi saham. Namun, harus diakui jika jenis investasi yang satu ini sudah cukup populer dikalangan masyarakat. Sebenarnya konsep yang hadir dari investasi P2P adalah mekanisme pinjam meminjam yang berlangsung antara pihak pemberi pinjaman dengan penerima pinjaman.

Ini menjadi salah satu investasi yang cukup populer karena dianggap mampu memberikan hasil investasi yang cukup tinggi dengan jumlah investasi awal yang terjangkau. Ini tentu berbeda dengan mekanisme pinjaman yang dilakukan melalui bank.

Perbedaan dari mekanisme P2P dengan pinjaman melalui bank adalah interaksi yang dilakukan di sini terjadi secara langsung. Jadi pihak pemberi pinjaman dapat mengetahui kepada siapa dana tersebut dipinjamkan serta memiliki investasi minimum yang terjangkau jika dibandingkan dengan investasi melalui bank.

Ada banyak investasi yang hadir saat ini, namun mungkin nama investasi saham yang terdengar paling familiar jika dibandingkan jenis investasi yang lain. Secara umum saham dapat dijelaskan sebagai bukti yang menunjukkan kepemilikan dari suatu perusahaan atau juga badan usaha.

Kepemilikan saham di suatu perusahaan berarti menunjukkan jika pemilik saham tersebut turut menjadi ‘pemilik’ perusahaan tempat ia menanamkan saham. Itulah yang kemudian membuat surat kepemilikan saham disebut sebagai surat berharga.

Lalu apakah menanam saham pada suatu perusahaan akan memberikan keuntungan? Jawabannya adalah iya. Pasalnya perusahaan yang memiliki bisnis bagus tentu akan mengalami peningkatan aset. Nantinya pemegang saham juga dapat memperoleh hasil pembagian dari laba bersih perusahaan apabila performa perusahaan tersebut bagus.

Investasi Saham VS Investasi P2P Lebih Baik yang Mana?

Perdebatan mengenai investasi saham vs investasi P2P memang tidak kunjung usai. Apalagi dengan semakin meningkatkan kesadaran kaum muda untuk melakukan investasi. Kedua investasi ini dianggap potensial namun disatu waktu juga cukup membingungkan untuk memilih mana yang terbaik.

Guna mengatasi kebingungan memilih investasi yang terbaik, di sini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai perbandingan kedua investasi tersebut. Sehingga akan lebih memudahkan calon investor untuk mengetahui mana investasi yang dirasa paling menguntungkan.

Masalah Modal Awal Investasi

Pertama perbandingan hadir dari masalah modal. Ini menjadi sorotan penting mengingat tidak semua kaum muda memiliki dana untuk investasi yang besar. Hal tersebut patut menjadi pertimbangan ketika melakukan investasi.

Pada platform P2P biasanya minimum investasi yang diberikan cukup terjangkau jika dibandingkan dengan saham. Bahkan nominal investasi pada P2P dapat dimulai dari Rp. 100.000 saja. Ini tentu menjangkau kalangan kaum muda yang bahkan dapat mulai melakukan investasi dengan dana terbatas.

Hal berbeda hadir dari investasi dengan menggunakan saham. Pada saham dana minimal investasi yang diperlukan juga lebih besar jika dibandingkan dengan investasi P2P. Ini yang kemudian membuat investasi saham terbatas di kalangan tertentu saja yang dirasa memiliki dana cukup.

Hasil dari Investasi

Return atau hasil investasi dari keduanya menjadi fokus yang akan dibahas kali ini. Hal ini juga menjadi salah satu sorotan penting yang harus dipahami oleh calon investor. Di sini yang harus dipahami di awal adalah keduanya sama-sama menjanjikan potensi untuk memperoleh keuntungan dalam jumlah besar. Hanya saja nominal dan bentuk hasil investasi tersebut yang berbeda antara satu dan lainnya.

Pada saham hasil keuntungan saham berbeda-beda. Pasalnya tiap perusahaan memiliki nilai yang berbeda-beda yang dipengaruhi beberapa faktor dan kondisi. Tetapi secara umum keuntungan saham berasal dari dua komponen. Pertama adalah deviden yang merupakan hasil pembagian laba bersih perusahaan untuk pemilik saham. Kedua dari capital gain, dimana pemilik saham memperoleh keuntungan dari perubahan nilai aset serta modal dari saham tersebut.

Lalu bagaimana dengan pada P2P? Keuntungan dari P2P diperoleh dari hasil pinjaman yang telah diberikannya. Untuk return yang didapat juga cukup tinggi, tergantung jumlah investasi yang diberikan, namun dapat mencapai hingga 10% tiap tahun.

Kemudahan Investasi

Sebenarnya calon investor memiliki kemudahan untuk melakukan investasi di kedua platform tersebut. Hanya saja untuk investasi di P2P lebih mudah ditemui karena banyak hadir secara online. Selain itu persyaratan dari investasi P2P juga cukup mudah jika dibandingkan dengan investasi lainnya.

Hal yang berbeda hadir dari investasi saham. Persyaratan investasi saham memang sedikit lebih rumit jika dibandingkan dengan investasi P2P yang dapat ditemukan dengan mudah secara online. Tetapi sebenarnya sorotan juga diberikan pada kemudahan untuk mulai melakukan investasi. Untuk mulai melakukan investasi saham. Calon investor harus lebih dahulu memahami seluk beluk perusahaan tempatnya akan melakukan investasi.

Pihak investor wajib untuk mengetahui mekanisme pembelian dan penjualan saham, kondisi pasar serta kondisi perusahaan tempatnya akan membeli saham. Ini penting untuk memastikan agar nantinya risiko kerugian dapat dikurangi. Apalagi untuk yang ingin melakukan investasi dalam jumlah besar.

Dalam saham pihak investor juga harus lebih dahulu membuka rekening efek untuk dapat mulai melakukan transaksi di bursa saham. Biasanya untuk membantu calon investor ada pihak sekuritas yang akan menjadi penghubung dari pihak investor serta perusahaan atau bahkan menghubungkan antar investor.

Ada banyak faktor yang sebenarnya dapat menjadi dasar pertimbangan untuk memilih antara investasi saham maupun P2P. Beberapa poin pembahasan di atas adalah sedikit di antaranya. Calon investor harus memahami jika perdebatan antara investasi saham vs investasi P2P tidak akan usai.

Sebenarnya keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Bagi investor pemula yang memiliki modal terbatas, tak ada salahnya mencoba lebih dahulu berinvestasi dengan menggunakan platform P2P. Nanti ketika sudah mahir dan memiliki pengetahuan banyak dapat mulai merambah ke bagian investasi saham. Meski begitu apapun investasinya harus dipastikan aman ya.

source by paskalia (modal rakyat)

Great! You've successfully subscribed.
Great! Next, complete checkout for full access.
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.